Ketua RW 03 Kel. Sunter Agung Di duga Lakukan Pungutan Liar Kepada Pedagang

JAKARTA UTARA, TRANS-SIBER. COM,-Maraknya Pedagang kaki 5 diatas jembatan hitam RT11/03 Kel Sunter Agung Kec,Tanjunh Priok Jakarta Utara membuat wilayah itu tampak smbraut.

Setiap malam para pedagang tampak dengan enaknya berdagang di atas jembatan hitam tanpa memikirkan keselamatan pejalan kaki dan pengendara yang keluar masuk daerah tersebut.

Usut punya usut ramainya aktivitas dagang di bahu jalan dan diatas jembatan hitam RT11/03 Kel Sunter Agung Kec,Tanjunh Priok Jakarta Utara itu dikarenakan adanya setoran adabya setoran ke pihak RW 03 Kel Sunter Agung.

Hal itu di akui beberapa pedagang yang berdagang dilokasi tersebut.

“Dalam 1 bulan para pedagang dikutip iuran bervariasi oleh oknum RW, mulai dari Rp 30.000, 50,000, hingga Rp 250.000 perbulan. Kata sumber menjelaskan.

Sementara itu, sebelumnya diketahui Ketua RW 03 Kel. Sunter Agung, Supardi telah mengambil secara paksa kios milik H. Darkim yang diduga dengan cara-cara tidak prosedur.

Bahkan sewa kios milik saya sudah di ambil oleh ketua RW beberapa bulan terakhir ini,  kata H. Darkim.

Tindakan ketua RW ini dinilai merupakan tindakan kesewenang-wenangan dengan dalih sebagai ketua RW.

Sebelumnya masalah ini telah disampaikan kepada lurah Sunter Agung, Danang wijanarka, namun Danang terkesan membiarkan tanpa ada respon yang baik sebagai pemerintah wilayah kelurahan.

Kesambrautan lingkungan RT11/03 Kel Sunter Agung Kec,Tanjunh Priok Jakarta Utara tidak terlepas dari perilaku ketua RW yang diduga melakukan pungutan-pungutan liar diwilayah tersebut melalui oknum-oknum yang sudah ditentukan.

Sementara warga berharap jembatan dan jalan kembali berfungsi seperti semula . (Jaya)