Pemerintah Kabupaten Asahan Gusur Pedagang Lapak Buah di Jln.Tengku Umar kisaran

TRANS-SIBER. COM|SENIN, 1 NOVEMBER 2021|03:38 WIB|WARTAWAN: SM|EDITOR : REDAKSI

ASAHAN-SUMUT, TRANS-SIBER.COM,-Pemerintah Kabupaten Asahan gusur pedagang buah di jln. Tengku Umar kisaran, penggusuran itu berlangsung secara tiba-tiba.

“kami digusur Satpol-PP tanpa ada kelonggaran, langsung digusur itu hari juga, memang kami sudah dapat surat peringatan sampai tiga kali dan kamipun sudah tatap muka sama pemerintah tapi aspirasi kami tidak didengar” kata Zulham seorang pedagang buah.

“Kami bukannya gak mau pindah tetapi kalau kami berjualan di pasar buah itu pasti tidak layak karena tempat lapaknya sempit 1×1 meter manalah cukup untuk tempat buah-buahan yang dijual, dan pembeli pasti sepi,” keluh zulham.

“Lihatlah saya berjualan didepan pasar buah karena saya tidak dapat lapak didalam, lapak didalam sudah penuh serta sampai sekarang upaya pemerintah belum ada untuk kami,” Ungkap zulham.

Lufita Br Sitohang yang juga pedagang buah menyampaikan, semenjak kami berjualan disini omset kami berkurang drastis, biasanya omset kami perhari 4 juta sekarang perhari seratus ribu dua ratus ribu, omset kami turun 90% lebih,” tandasnya.

Sejak dilakukan oenggusuran pada tanggal 28 Oktober 2021 oleh Satpol-PP itu membuat para pedagang kecewa,  karena upaya penggusuran dinilai tidak mendapatkan solusi yang baik dari pemerintah Asahan, Minggu (31/10/2021).

Saat dikonfirmasi wartawan TRANS-SIBER. COM di hotel Sabty Garden Kisaran pada saat acara bulan amal Bhakti Karang Taruna, Bupati Asahan H. Surya Bsc yang didampingi Kadis Kominfo Asahan H. Rahmad Hidayat S.STP mengatakan;

“itu bukan penggusuran tapi dipindahkan ketempat pasar buah yang disediakan pemerintah dan saya akan hubungi Kasatpol-PP katanya sembari sambil meninggalkan, Sabtu (30/10/2021).

Kadis Kominfo Asahan H. Rahmad Hidayat S.STP menjelaskan, “pedagang buah yang di jln. Tengku Umar ditertibkan dan dipindahkan ke pasar buah yang disediakan pemerintah karena lapak para pedagang memakan ruas jalan dan mengganggu hak para pengguna jalan, untuk teknis Penempatan kios (Lapak) langsung koordinasi ke-Dinas Koprindag Asahan,” jelasnya.

Sayangnya ketika dikroscek ke pasar yang berlokasi jln. Pangalima Polem itu masih ditemukan para pedagang buah tetap berjualan dibahu jalan.

Beberapa pedagang yang didapati berjualan di bahu jalan (Zulham warga jln.Balam Gambir Baru, Lufita Br Sitohang warga suderejo, B Sinurat warga jln. Pramuka) berdalih karena belum mendapatkan kios yang dijanjikan pemerintah.

“karena belum mendapat kios” kata pedagang saat dikonfirmasi.***